Abstract dituju. Menjadi seorang entrepreneur berarti harus

Abstract
Becoming
an Entrepreneur should be able to see any opportunities
that exist, one of which is to develop business
opportunities in the field of technology. There
are lots of business opportunities in the field
of technology especially in the days
of emerging technologies now rapidly. As
for it of course so that we succeed
in our entrepreneur must
have obsessions, creativity, an interesting idea, and
soul that never give up our business in order
to survive and dominate the intended market.

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada zaman perkembangan
teknologi saat ini, komunikasi dan informasi memberikan dampak yang
sangat baik bagi perkembangan sekarang, hal ini dikarenakan dengan
tingginya perkembangan teknologi menyebabkan manusia dengan mudah
mengakses informasi ataupun berkomunikasi secara global sehingga
kita tidak perlu lagi untuk bersusah payah untuk informasi yang
sedang berkembang. Namun seperti yang kita ketahui bahwa walaupun
teknologi semakin berkembang belum dapat mengurangi angka
pengangguran di Indonesia. Padahal banyak sekali
perusahaan-perusahaan besar yang mengguranakan teknologi dalam
menyebarkan informasi terkait lowongan pekerjaan perusahaan
tersebut.

Akan tetapi keadaan ini, masih
belum dapat dimaksimalkan oleh sebagian orang yang belum mempunyai
pekerjaan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi seorang
entrepreneur. Padahal dengan berkembangnya teknologi sangat
memudahkan kita untuk merintis usaha agar menjadi seseorang
entrepreneur, saat ini sebagian orang yang masih bingung dengan cara
memanfaatkan teknologi agar menjadi seorang entrepreneur, padahal
sudah banyak perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk
membangun usahanya, salah satu contoh nya seperti, kaskus, lazada,
facebook dan lain sebagainya.

Untuk menjadi seorang
entrepreneur yang sukses kita harus mampu mengembangkan diri sendiri
sehingga dapat memunculkan ide-ide orisinil yang menarik dan
kreativitas yang unik agar dapat memunculkan hal yang baru sehingga
dapat diminati oleh target pasar yang dituju.

Menjadi seorang entrepreneur
berarti harus bisa memanfaatkan
peluang dari setiap bisnisnya ataupun orang yang secara terpaksa
terjun ke dalam suatu bisnis. Dengan kata lain, seorang entrepreneur
harus memiliki ambisi yang tinggi sehingga secara tidak langsung
mampu membius diri sendiri untuk bekerja secara terus-menerus
sepanjang waktu. Tidak
dipungkiri bahwa agar mampu bersaing di dunia entrepreneur kita
harus juga mempunyai jiwa yang pantang menyerah sehingga mampu
bersaing dan mampu membuat bisnisnya merajai pasar yang ada.

Adapun itu, banyak
orang menjadi seorang entrepreneur di bidang teknologi yang berhasil
dan sejahtera tetapi sangat sedikit yang siap untuk menghadapi
segala tantangan yang ada dan secara sadar rela mengorbankan hal-hal
yang mereka cintai demi pencapaian tujuan tersebut.

Tujuan
dan Rencana

Menjalankan
bisnis tentu menjadi harapan semua orang, namun agar mampu
menjalankan bisnis dengan sukses tentu saja memerlukan obsesi, ide
yang kreatif, ambisi yang kuat, jiwa yang pantang menyerah agar
mampu bersaing dengan orang lain, dan juga harus mengambil setiap
resiko yang ada. Sebenarnya
resiko yang adapun semata mata menguji kesiapan si pelaku bisnis
apakah dirinya mampu mengatasi masalah tersebut atau tidak.
Pada akhirnya seorang entrepreneur harus mampu mengukur diri
“Siapakah saya?”, “Sudah sampai mana?” jadi, secara tidak
langsung seorang entrepreneur harus memahami posisi dan proses yang
sedang dijalankannya.

Tinjauan
Pustaka

Menurut Druker (1956) yang
mengatakan ability to
create the new different (kemampuan
dalam manciptakan sesuatu yang baru dan berbeda) pengertian itu
mengandung maksud bahwa seorang pengusaha di dalam dirinya
mengandung untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda
dengan yang sudah ada sebelumnya.

Analisis Situasi

Dengan melihat berkembangnya
teknologi komunikasi diharapkan mampu melihat peluang bahwa
memanfaatkan teknologi untuk berbisnis merupakan hal yang cukup
menjanjikan. Adapun seorang entrepreneur sebelum memasuki dunia
bisnis harus memikirkan beberapa hal, yakni :

Membuat visi dan misi bisnis

Setiap orang yang memulai bisnis
tentu harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi pondasi
seseorang untuk tetap fokus pada tujuan bisnis dan organisasi di
awal. Dan sering terjadi suatu usaha pada saat mulai berkembang pada
tahap selanjutnya mengalami penurunan karena organisasi tersebut
tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal
melainkan lebih banyak mencoba menjalankan usaha bisnis yang baru.

Perlunya Winning,
Possitive dan
Learning attitude
untuk menjadi sukses

Mental menjadi kunci
keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda.
There is no over night
success sesuatu yang
harus ditanamkan daripada setiap calon entrepreneur karena
dibutuhkan waktu, sikap pantang menyerah, proses belajar secara
bertahap, dan melihat masalah dengan positif yang tidak mudah
membuat patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar dari
kegagalan.

Pemasaran, Pelayanan, dan
Product brand

Pemasaran merupakan ujung tombak
usaha bisnis dalam menjual produk atau jasa. Sebagus apapun produk
atau jasa tanpa adanya pemasaran yang baik maka akan sangat sulit
untuk meningkatkan penjualan atau keuntungan usaha. Di sisi lain
tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sulit
suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang menjadi kunci
dalam perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan
pemasaran akan lebih muda karena pelayanan yang baik akan
menciptakan product
brand yang baik
kepada calon konsumen baru.

Metode

Metode merupakan langkah awal
kegiatan yang kita lakukan untuk menjadi seorang entrepreneur untuk
menemukan sebuah ide atau gagasan agar terlaksananya bisnis yang
akan kita lakukan. menurut
Jeffry Timmons dalam buku Creative
Manager Entrepreneur
terdapat langkah-langkah untuk menemukannya, yakni:

adalah membuat daftar ide
usaha.

adalah belajar dari pengalaman
kewirausahaan sukses sebagai bahan pertimbangan atau masukan untuk
langkah-langkah kedepannya.

adalah memilih tiga ide usaha.
Untuk memilih tiga ide usaha dari sekian banyak ide-ide usaha yang
ada.

adalah konsultasi dengan
penasihat (counsellor)
untuk meminta saran dan masukan mengenai ketiga ide usaha yang
telah dipilih.

adalah memilih satu ide usaha.
Langkah ini dilakukan dengan menguji masing-masing ide usaha yang
dikaitkan dengan kriteria peluang pasar. (Musrofi, 2008).

Memilih Responden

Responden dalam karya ilmiah
adalah beberapa orang entrepreneur yang menjalankan bisnis di bidang
teknologi yang memiliki kelayakan sebagai entrepreneur yang cukup
sukses karena menjalankan bisnis yang dibangun secara konsisten.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis di dalam
sebuah tulisan, karena seperti dalam tulisan, esai ataupun
penelitian yang dapat dipertanggunjawabkan harus memilik data yang
valid, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data selama
melakukan proses penulisan ini, diantaranya adalah :

Studi
Pustaka

Disini
penulis menggunakan studi pustaka untuk mencari berbagai data guna
mendukung atau menambah informasi untuk tulisan/paper ini, yaitu :

Referensi
Buku

Beberapa
buku yang yang dipakai oleh penulis untuk menguji kelayakan karya
ilmiah ini, serta buku juga menjadi acuan penulis untuk
mengembangkan hasil karya ilmiah ini.

Internet
Searching

Merupakan
salah alat yang digunakan dalam mencari atau menambah informasi
penulis dalam menyelasaikan karya ilmiah ini.

Studi
Lapangan

Adapun
studi lapangan yang dilakukan oleh penulis, yaitu:

Wawancara

Dalam
melakukan sebuah tulisan, sangat diperlukan yang namanya wawancara
tujuannya untuk mendapat data yang sangat valid dan juga
menyesuaikan suatu kejadian antara yang penulis angkat dan apa yang
ada dilapangan.

Observasi
non Partisipan

Merupakan
upaya yang dilakukan oleh penulis dengan turun ke lapangan dalam
mengamati secara langsung agar mendapatkan informasi yang lebih
lengkap dan terpercaya sehingga karya ilmiah ini layak untuk dibaca.

Dokumentasi

Memuat data-data pada penelitian
sebagai upaya untuk menafsirkan segala hal yang ditemukan
dilapangan, perlu adanya dokumentasi-dokumentasi dalam berbagai
versi. Studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen
tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh
kemudian dianalisis (diurai).

Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dilapangan
kemudian dilakukan analisis melalui tahapan-tahapan tertentu.
Setelah di perolehnya suatu data dilapangan yang kemudian data
tersebut dianalis agar terdapat pokok permasalan dan bagaimana kita
menyelesaikannya. Adapun tahapan-hapannya sebagai berikut :

Pengumpulan Data (data
collection)

Data yang sudah di peroleh
selanjutnya akan
disusun dalam bentuk
tulisan yang berisi serangkaian informasi sesuai dengan tema.setelah
data yang di inginkan dirasakan sudah cukup, kemudian data tersebut
di susun agar lebih mudah untuk menyajikannya

Reduksi
data (data
reduction)

Kategori
dan mereduksi data yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi
penting yang tarkait dengan tema, setelah mendapatkan tema yang
dirasa cocok dalam menjalankan suatu usaha , kemudian dipilih dan di
seleksi untuk mendapatkan informasi yang paling penting.

Penyajian
data (data
display)

Melakukan
intepretasi data yaitu melakukan penyajian data dari apa yang di
sajikan responden terhadap tema, meyajikan data yang telah di himpun
selama proses pengumpulan data mengenai usaha apa yang akan di
laksanakan dan di sajikan kepada responden atau khalayak umum.

Penarikan
kesimpulan (conclusion
drawing)

Penarikan
kesimpuan berdasarakan sususan tulisan yang telah disusun, sehingga
akan menjabarkan hasil analis dari data yang telah di dapatkan.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Dengan melakukan tahapan yang
sudah dijelaskan diatas mengenai dasar pemikiran dan sikap yang
harus dimiliki seorang entrepreneur agar dapat menjalankan bisnis
dengan sukses di masa yang akan datang. Adapun seorang entrepreneur
yang sukses harus memiliki beberapa tahapan dasar, diantara nya
adalah :

Kreatifitas

Berpikir secara kreatif guna
menemukan ide atau gagasan baru dalam menjalankan sebuah bisnis.

Pantang Menyerah

Seorang entrepreneur diharapkan
tidak menyerah dan mampu bangkit dari segala keterpurukan dan
belajar dari kesalahan.

Mampu Melihat Peluang

Mampu melihat pelung yang ada
dengan menetukan pasar dan melihat peluang yang mungkin akan
berkembang. Memiliki target dan konsep yang jelas dalam melaksanakan
bisnis akan diajalani.

Mudah Beradaptasi

Cepat beradaptasi dengan
lingkungan, hal tersebut harus dimiliki oleh pengusaha muda karena
di dalam menjalankan bisnis akan menumkan permasalahan mulai dari
yang terkecil sampai yang terbesar sekalipun maka siapkan mental
untuk hal-hal tersebut.

Tidak Mudah Puas

Seorang pengusaha muda di
harapkan tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah di capai
karena jika kita sudah merasa puas maka bisnis tersebut tidak akan
berkembang lagi untuk kedepannya, perbaikin apa yang dirasa kurang
dalam bisnis kita, perluas jaringan, dan memulai hal-hal baru. Serta
terus belajar kepada para pengusaha yang dapat sukses di usia muda
sebagai motivasi untuk kita dapat meraih kesuksean yang serupa.

Pembahasan

Dari
penjelasan yang sudah disampaikan pada tulisan diatas, pembahasan
ini menurut pada masalah tentang bagaimana menjadi seorang pebisnis
di bidang teknologi serta untuk membangun dunia usaha dengan cara
seperti apa agar bisa mewujudkannya. Saat ini banyak pebisnis
membuka usaha yang anti mainstream
dan
itu menjadikan satu daya tarik untuk memikat para konsumen.

Definisi
Pebisnis

Bisnis
adalah suatu organisasi yang menjual barang dagang atau jasa kepada
pembeli (konsumen) atau kepada pembisnis lainnya untuk mendapatkan
untung (laba). Secara historis bisnis merupakan kata dari bahasa
inggris bussines,
yang dari kata “bussy”
yang
artinya sibuk dalam konteks masyarakat, komunitas, ataupun individu.
Dalam artian sibuk menjalankan aktivitas yang sedang dan pekerjaan
yang sedang berlangsung. Kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak-pihak
swasta untuk mendapatkan keuntungan (profit)
untuk
meningkatkan keuntungan pemilik perusahaan tersebut.

Bisnis
sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian,
keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada
kemampuan sendiri. Wiraswasta memiliki visi pengembangan usaha
sedangkan bisnis mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya.
Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta.
Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada
bisnis. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari
kata entrepreneur.

Pebisnis
adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung
resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara
esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental,
pandangan, wawasan
serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang
menjadi tanggung jawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan
atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang
mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Adapun
pebisnis merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif
dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya
meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu
pebisnis adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar,
kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.

Inti
dari pebisnis adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru
dan berbeda (create
new and different)
melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan
peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya
kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki
kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara
kreatif.

Bisnis menurut Brown dan
Partello adalah “Bussiness in an institution which goods and
services demanded by people”, yang maksudnya bisnis suatu lembaga
dimaksudkan untuk menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh
masyarakat untuk mendapatkan keuntungan (profit).

Definisi Teknologi

Pada awal sejarah, manusia
bertukar informasi melalui bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang
untuk memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi
bahasa hanya disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar
saja yaitu
hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya
itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di
tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama.
Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu,
meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa
suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
           

Setelah
itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar.
Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa
dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi
yang ada akan bertahan lebih lama.Beberapa gambar peninggalan jaman
purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat
(mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya
alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang
lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili
suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan
penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi
dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi
lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer
mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang
lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Sejarah
Wirausaha

Wirausaha
secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard
Castillon pada tahun 1755 Di luar negeri, istilah kewirausahaan
telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal
pada akhir abad 20 Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda
dikenal dengan ondernemer,
di Jerman dikenal dengan unternehmer
Pendidikan
kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara
seperti Eropa, Amerika, dan Kanada Bahkan sejak 1970-an banyak
universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha
kecil Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat
memberikan pendidikan kewirausahaan.

Di
Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa
sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja Sejalan dengan
perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman
kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan
menjadi berkembang.

Wirausaha
atau entrepreneur
berarti
orang yang membeli suatu barang dengan harga yang pasti meskipun
orang tersebut belum harga barang yang akan dijual. Wirausaha
sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian,
keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada
kemampuan sendiri.

Meski
demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang
berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha
sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha
lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah
wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih
dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan
merupakan padanan dari kata entrepreneur.

Kata
wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa
sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau
pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri;
swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain
berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung
arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha.

Ciri-ciri
dan karakteristik seorang entrepreneurship

Menurut
Munawir Yusuf (1999) ciri kewirausahaan yaitu :

Motivasi
Berprestasi

Kemandirian

Kreativitas

Pengambilan
resiko

Keuletan

Orientasi
masa depan

Komunikatif
dan reflektif

Kepemimpinan

Perilaku
instrumental

Penghargaan
tehadap uang

Analisis
Pebisnis dan Teknologi

Pada
dasarnya, bangsa yang maju dilihat dari seberapa banyak jumlah usaha
yang ada serta seberapa mampu mereka dalam mengakses teknologi.
Proses pembentukan pebisnis berbasis teknologi ini merupakan jawaban
dari hal tersebut, yaitu untuk meningkatkan akses teknologi dalam
masyarakat sekaligus mengembangkan usaha sektor riil yang ada.
Semoga pengembangan wirausaha berbasis teknologi ini dapat menjadi
salah satu tahapan menuju kemandirian Indonesia.

Tabel
Analisis Data

Tabel
diatas adalah tabel analisis data yang digunakan oleh penulis, namun
teknik ini arahahnya terlihat tidak beraturan karena teknik ini
bermacam-macam, dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya
jenuh. Dengan pengamatan yang terus menerus tersebut mengakibatkan
variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya dalah
kualitatif, sehingga teknik analisis data yang digunakan ini belum
memiliki pola yang jelas.

Interpretasi
Penemuan Secara Logis

Interpretasi
adalah milik pribadi, sehingga kita tidak perlu dan tidak bias
memaksakan interpreatsi kita kepada orang lain. Meskipun begitu,
jika dilakukan secar efektif, interpreatsi dapat pula digunakan
untuk meyakinkan orang lain serta dapat mendorong orang lain dalam
merubah pandangannya dan juga tingkah laku mereka. Dalam hal ini,
interpretasi dipahami sebagai sutau proses untuk menyederhanakan
suatu ide yang rumit kemudian membaginya kepada masyarakat.

Interpretasi
merupakan bagian dari sebuah gambaran akan informasi.
Informasi-informasi yang diterima oleh seseorang akan diubah sesaui
simbol yang dimilikinya sehingga menghasilkan sebuah interpretasi.
Informasi sangatlah beragam, dapat berbentuk lisan, tulisan, gambar,
matematika dan lain sebagainya. Interpretasi seseorang terhadap
suatu hal atau suatu peristiwa dapat berbeda-beda, tergantung dari
pengalaman yang dilihat ataupun dialaminya.

Kaitan
Sumber Rujukan

Menurut
Justine Longenecker, dalam bukunya kewirausahaan, manajemen usaha
kecil, jilid 1, mengatakan bahwa untuk menjadi seorang yang sukses
harus berani mengambil segala resiko apapun tidak harus menunggu
sesuatu tetapi kita yang harus mengejar tujuan yang ingin kita
capai.

Dari
yang disampaikan oleh Justine di dalam bukunya, mengindikasikan jika
ingin memantapkan diri sebagai seorang entrepreneur
harus
benar-benar siap saat sudah mengambil langkah tersebut. Jangan
pernah melakukan sesuatu hal itu dengan setengah-setengah tapi harus
yakin dan percaya bahwa segala sesuatu dapat diraih dengan kerja
keras yang sudah lakukan, serta hasil pun akan mengikuti alur
pencapaian kita.

Pelaku
bisnis harus bisa mengendalikan perusahaan serta menjadi contoh
pemimpin yang dapat menjadikan dirinya pantas disebut sebagai
seorang teladan di bidangnya. Para ahli juga menuturkan, rata-rata
orang memiliki kemampuan dalam berbisnis tetapi hanya beberapa yang
berani dan mampu melakukannya karena orang yang biasanya berani
mengambil langkah yang menurutnya sulit justru merekalah yang tampil
sebagai pemenang dalam suatu perburuan.

Kesimpulan

Banyak
orang begitu terobsesi menjadi seorang entrepreneur yang berhasil
dan sejahtera tetapi sangat sedikit yang siap untuk menghadapi
segala tantangan yang ada dan secara sadar rela mengorbankan hal-hal
yang mereka cintai demi pencapaian tujuan tersebut. Obsesi ini juga
bisa membius orang untuk bekerja secara terus-menerus sepanjang
waktu.

Hal
ini bisa menguntungkan atau merugikan, tergantung pada aspek apa
yang kita gunakan. Nah bagi Anda yang belum terjun ke dunia
entrepreneur, ada baiknya Anda mengetahui sisi positif dan negatif
sebagai entrepreneur. Alih-alih sebagai penyurut semangat Anda untuk
menjadi entrepreneur, jadikanlah ini sebagai bekal untuk
mengantisipasi gaya hidup yang harus Anda adopsi saat menjadi
entrepreneur kelak.

Referensi

kewirausahaan
teori, Geoffrey Meredith, Penerbit Binaman Pressindo, Jakarta, 2000

Ajzen,
I. (2005). Attitude, Personality and Behavior Second
Edition.
Milton-Keynes England: Open
University
Press/McGraw Hill

Musrofi,
M. (2008) Creative,
Manager,
Entrepreneur;
93 Teknik kreatif otak kanan dan otak kiri. Jakarta: Elex Media
Komputindo.

Go Top
x

Hi!
I'm Rita!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out