ABSTRACT good marketing strategy in becoming a

ABSTRACT

This research aims to resellers who
would like to try to earn an income without the need to set up a business and
capital. To be a reseller marketing strategy is required in order that
resellers have the knowledge about how to market their products.Resellers are
expected to understand how to do business with either by using strategies,
using ways that are selective in marketing and knowing the quality of the
product to be marketed at a price which is already predetermined.Cainabel
Apparel is a clothing brand to manufacture clothing men and women devoted to
selling among the younger set.Resellers must be able to apply a good marketing
strategy to attract consumers in order to purchase the product. In implementing
marketing strategies required SWOT analysis (Strenghts, Weakness, Opportunity,
Threats), Strenghts is showing the strength
of product, Weakness that is knowing the weakness of product, Opportunity is
see opportunity in selling product, Threats that threat coming from similar
product.The author
expects young entreprenuer can understand the correct way of doing business as
well as how to market a product with a good marketing strategy in becoming a
reseller Cainabel.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Key Words :
Reseller,
Cainabel, Strategy, Marketing, SWOT

 

 

BAB I      
PENDAHULUAN

1.1         
Latar Belakang

Dengan adanya kemajuan zaman dalam bidang perekonomian
di Indonesia, dibuktikan dengan adanya banyak entrepreneur dari berbagai
kalangan usia, mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa sekalipun. Untuk memulai bisnis yang mudah yaitu
dengan menjadi reseller, tanpa mengeluarkan modal yang besar dan langsung
mendapatkan penghasilan yang cukup, membuat semua orang ingin menjadi seorang
reseller. Hanya dengan bermodalkan handphone, internet, dan produk sudah bisa
menjadi reseller. Dengan menjadi reseller kita tidak membutuhkan modal yang
dikatakan cukup besar serta  memikirkan
usaha apa yang akan dibuat, selain itu entrepreneur dapat
pula  membagi waktu
disela kesibukannya.
     Dalam memasarkan suatu
produk tidak hanya melalui mulut ke mulut, dan televisi, melainkan sudah masuk
ke dalam bidang teknologi diantara lain adalah media sosial. Media sosial contohnya adalah facebook, twitter, instagram sangat
penting dalam memasarkan suatu produk karena banyak orang yang memakai media
sosial serta media sosial membantu para reseller untuk mendeskripsikan suatu
produk, dan pembeli juga dapat dengan mudah membeli produk sesuai yang mereka        inginkan.
     Dengan adanya perkembangan
teknologi dalam penjualan secara online
tentunya mungkin akan dapat
memudahkan para entrepreneur reseller
awam untuk menjual produknya, karena terdapatnya berbagai macam layanan didalam bisnis jual dan beli secara offline maupun online.

Entrepreneur harus dapat
memastikan hal-hal yang harus diterapkan dalam strategi pemasaran atau strategi
marketing dengan cara menerapkan analisis yaitu dengan metode SWOT supaya dapat mengenal produk perusahaan yang akan kita jual nanti. Produk pakaian
akan selalu diminati oleh para pembeli karena
pakaian merupakan kebutuhan utama manusia, sehingga
reseller tertarik untuk menjual produk tersebut. Dalam pakaian terdapat berbagai
macam jenis produk yang akan diperjual belikan
seperti baju lengan pendek, baju formal, dan pakaian sehari-hari.
Selain itu terdapat desain dari pakaian maupun motif
yang dapat menarik perhatian konsumen. Sehingga, barang apapun
yang akan ditawarkan seperti pakaian akan selalu menarik dan diminati oleh pembeli.

1.2         
 Masalah

Terdapat beberapa poin masalah
yang akan dibahas dalam paper ini diantara lain:

1.     
Bagaimana menerapkan strategi-strategi yang digunakan oleh reseller ?

2.     
Bagaimana
mengetahui untuk menjadi reseller yang baik ?

3.     
Bagaimana
menerapkan strategi pemasaran?

4.     
Bagaimana
meningkatkan penjualan produk pada Cainabel ?

 

1.3         
 Tujuan dan
Kegunaan Penelitian

1.3.1  
Tujuan Penelitian :

a.      
Bagaimana cara menggunakan strategi
marketing dengan metode SWOT untuk memaksimalkan daya saing antar produk.

b.     
Menentukan strategi pemasaran yang
paling tepat dan berdaya saing.

c.      
Membahas bagaimana menjadi reseller yang
cerdas dan dapat
melihat peluang.

d.     
Bagaimana menentukan harga pada sebuah  produk yang akan dijual secara online.

1.3.2   
Kegunaan Penelitian :

a.      
Sebagai pegangan dan pertimbangan bagi
entrepreneur untuk evaluasi dan bagaimana cara menggunakan marketing strategy dengan tepat.

b.     
Untuk dijadikan referensi maupun pedoman bagi
entrepreneur yang akan mencoba untuk menerapkan analisis SWOT sebagai indicator
ketepatan
dalam strategi pemasaran yang nantinya diterapkan untuk reseller yang akan
datang.

c.      
Untuk pedoman entrepreneur yang ingin
menjadi reseller dan membuka bisnis awal.

d.     
Sebagai bahan pembelajaran Cainabel
untuk strategi pemasaran kedepannya.

 

1.4         
 Tinjauan Pustaka

1.4.1   Entrepreneur

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:27) berpendapat bahwa Entreprenuer adalah orang yang memiliki jiwa kreatif, inovatif, mandiri, percaya
diri, ulet & tekun, rajin, disiplin, siap menghadapi risiko, jeli dalam melihat & meraih peluang, piawai
mengelola sumber daya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan &
menjadikan usaha atau perusahaannya terbaik.

1.4.2       
Pemasaran

    Irawan (1998:10), mendefinisikan pemasaran merupakan proses sosial antar individu dengan
kelompok lain untuk mendapatkan yang apa mereka butuhkan melalui dengan
menciptakan serta menukarkan produk dengan individu maupun kelompok lain. Kotler (2008), dikutip oleh Diniaty dan Agusrinal mendefinisikan
pemasaran sebagai suatu rangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan agar menjadi
arah bagi usaha pemasaran pada perusahaan dalam menangani setiap lingkungan dan
keadaan pesaing yang bermacam-macam.

1.4.3   Strategi Pemasaran

Eddy Soeryanto Soegoto (2014 : 164), strategi pemasaran merupakan
pernyataan pokok mengenai dampak yang diinginkan
agar tercapai permintaan pada target pasar yang sudah dipilih.Guiltinan dan Paul (1992).

Philip
Kotler (2004: 81), mendefinisikan strategi
pemasaran sebagai pola pikir pemasaran produk yang
memiliki tujuan agar tercapainya tujuan pemasaran. Strategi pemasaran terdiri dari berbagai macam jenis strategi khusus untuk target pada pasar, bauran pemasaran dan besarnya
pengeluaran pemasaran.

Sedangkan menurut Tjiptono (2002, 6): Strategi pemasaran merupakan suatu alat yang rencananya untuk mencapai perusahaan
perlu menggali keunggulan
bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang akan dipilih dan program pemasaran yang digunakan
untuk melayani pasar sasaran tersebut.

1.4.3.1           
Seleksi
Segmen Pasar

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:180), strategi seleksi dan memilih segmen pasar yaitu pemasaran serbasama, pemasaran serbaaneka, dan pemasaran
terpusat

a.   
Pemasaran serbasama

Perusahaan memilih untuk tidak menanggapi perbedaan yang ada pada segmen  pasar dan mengikuti keseluruhan pasar manapun untuk
merancang sebuah produk yang sama dengan distribusi dan memasarkan secara umum
untuk memperoleh jumlah pembeli banyak.

b.   
Pemasaran serbaaneka

Perusahaan memilih untuk berorientasi dalam beberapa segmen pasar dengan
merancang program penawaran sendiri pada setiap segmen.

c.      
Pemasaran terpusat

Banyak perusahaan melihat adanya
peluang yang sangat menarik khususnya apabila sumber daya yang perusahaan punya
terbatas. Untuk memilih maupun  mencari
pangsa pasar kecil dalam sebuah pangsa pasar besar, lebih baik perusahaan
mencari pangsa pasar besar dalam satu atau beberapa subpasar.

d.     
Konsetrasi pada segmen tunggal

Perusahaan memilih untuk berkonsentrasi
pada segmen tunggal. Dimana mungkin hanya mempunyai  kesesuaian dan syarat sukses pada segmen ini.
Perusahaan hanya memiliki dana yang terbatas dan hanya beroperasi di satu
segmen saja, atau mungkin merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan
untuk memperluas jaringan ke segmen lain.

 

e.   
Spesialisasi selektif

Perusahaan memilih beberapa  segmen yang ada dimana pada setiap bagiannya secara
objektif serta sesuai bagi tujuan dan sumber daya perusahaan. Strategi memiliki
banyak sekali segmen sehingga terdapat kelebihan dibandingkan segmen tunggal
dalam hal penyebaran risiko untuk  perusahaan.

f.       
Spesialisai produk

Perusahaan berpusat dalam membuat
produk tertentu yang akan dijualnya kepada beragam kelompok pelanggan. Melalui
strategi ini, perusahaan membangun citra yang kuat dalam bidang produk
tertentu.

g.     
Spesialisasi pasar

Perusahaan memusatkan diri untuk melayani
berbagai kebutuhan suatu kelompok konsumen tertentu. Perusahaan ini mendapatkan
reputasi tinggi karena mengkhususkan melayani kelompok pelanggan.

h.     
Peliputan pasar secara penuh

Di sini perusahaan berusaha melayani
semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang dibutuhkan. 

1.4.4   Bisnis

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:40), bisnis adalah aktivitas yang
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau perusahaan dalam bentuk jasa
atau barang untuk mendapatkan laba.

1.4.5   Target Sasaran Bisnis

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:137), perusahaan mempunyai target dalam sasaran bisnis yang ingin dicapai dalam
jangka waktu tertentu, yakni :

a.        
Sasaran jangka pendek (1 tahun
pertama)

Sasaran jangka pendek umumnya dilakukan dalam 1 tahun pertama. Sasaran
utama jangka pendek adalah menetapkan : lokasi,
jenis produk, rekrutmen tenaga kerja, membangun sistem organisasi, pengenalan
produk atau jasa ke konsumen atau pasar, mendapatkan konsumen atau pelanggan
baru.

b.        
Sasaran jangka menengah (tahun  ke 2 hingga tahun ke 5)

Ditujukan untuk sasaran dalam waktu dua hingga lima tahun mendatang. Sasaran jangka menengah terutama
ditujukan untuk melakukan : evaluasi,
perbaikan, analisis SWOT, pelayanan lebih baik, pemasaran, penataan keuangan,
adaptasi lingkungan, pengembangan.

c.        
Sasaran jangka panjang

Ditujukan untuk sasaran dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun kedepan. Sasaran jangka panjang terutama
ditujukan untuk melakukan : membangun
keunggulan bersaing, stabilitas usaha, pengembangan lanjut, dan melakukan
ekspansi global (keluar wilayah atau keluar negeri).

1.4.6   Konsep Penjualan
dan Pemasaran

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:168). Dalam suatu aktivitas bisnis, terdapat perusahaan yang lebih menekankan
pada penjualan produk daripada pemasaran produk. Perusahaan yang mempraktikkan konsep penjualan, menjual apa yang
mereka buat daripada membuat apa yang pasar inginkan. Secara kontras,
perusahaan yang mempraktikkan konsep
pemasaran, menentukan kebutuhan dan keinginan pasar dan mengirimkan produk
atau jasa yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada apa yang
dilakukan pesaingnya.

1.4.7   Promosi

Eddy
Soeryanto Soegoto (2014:187). Secara singkat
promosi berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang terhadap produk dan
teknik mengomunikasikan suatu produk yang digunakan oleh perusahaan untuk
berinteraksi dengan target pasar mereka dan khalayak ramai. Sarana komunikasi
utama dalam bauran promosi meliputi:

a.      
Iklan, merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang
biasanya terdapat di koran, radio, TV, majalah dan internet. Iklan dan promosi
memiliki makna yang berbeda. Sasaran iklan adalah mengubah jalan pikiran
konsumen untuk membeli. Sedangkan sasaran promosi adalah merangsang pembelian
di tempat.

b.     
Promosi penjualan, berupa bujukan langsung kepada konsumen,
seperti kupon, hadiah. Penggunaan promosi penjualan memiliki segi positif dan
negatif bagi produsen. Prositifnya yaitu banyak alat promosi penjualan yang
dapat menarik perhatian yang berarti pembeli diberi informasi bahwa mereka akan
mendapatkan barang yang istimewa. Untuk segi negatif, ada sesuatu yang
menimbulkan kesan bahwa produsen mengkhawatirkan kelancaran penjualan
produknya.

c.      
Pemasaran langsung, merupakan promosi penjualan yang
langsung ke pembeli, seperti penjualan rumah, motor, asuransi, pakaian.

Bentuk-bentuk pemasaran langsung meliputi :

1.      Penjualan secara
langsung

2.      Pesan langsung

3.      Pemasaran dengan
menggunakan telepon

4.      Penjualan internet

5.      Pemasaran langsung
kepada konsumen

6.      Penjualan
majalah

7.      TV kabel

d.     
Hubungan masyarakat, yaitu bentuk komunikasi yang memiliki
tujuan untuk membentuk citra yang baik terhadap organisasi dan produknya.

e.      
Media sosial, termasuk sarana komunikasi di mana tiap
anggota dan para anggota lain dapat memainkan satu peran aktif.

BAB II        
METODE

2.1    Rancangan Kegiatan

2.1.1   Objek Penelitian

Objek penelitian yang akan dibahas adalah produk Cainabel
yang akan menjual produk pakaian maupun jaket yang kemudian akan secara online.

2.2    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam Cainabel menggunakan :

2.1.2 Teknik Observasi

Adalah suatu teknik
pengamatan dan pencatatan yang sistematis maupun  terhadap gejala-gejala yang diteliti (Husain Usman:1996:54).

Menurut Restu Kartiko Widi
(2010:237), jenis observasi :

a.      
Observasi partisipan adalah ketika
seorang peneliti berpartisipasi dan terlibat secara aktif dalam seluruh
kegiatan atau aktifitas yang dijalani oleh anggota grup yang tengah diamati,
dengan sepengetahuan ataupun tanpa sepengetahuan anggota grup tersebut.

b.     
Observasi non partisipan, terjadi saat seorang
peneliti tidak ikut aktif dalam kegiatan grup, hanya sebagai pengamat pasif, untuk
melihat, mengamati, dan mendengarkan semua aktivitas grup serta membuat
kesimpulan dari hasil observasi tersebut.

c.      
Observasi terhadap objek memberikan
fokus utama kepada objek selain manusia, peneliti yang mempelajari mengenai lingkungan
hidup dan kehidupan alami bagi binatang dan tumbuhan.

2.3     Alat Analisis

Pada Cainabel alat analisis yang
digunakan :

2.3.1   Analisis SWOT

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:193). Strategi terbaik untuk melakukan
analisis terhadap kekuatan dan kelemahan internal perusahaan terhadap peluang
dan ancaman dari pesaing adalah melalui analisis SWOT (Strengths = kekuatan,
Weaknesses = Kelemahan, Opportunities = Peluang, Threats = Ancaman). Melalui matriks SWOT kita dapat
menerapkan empat strategi bisnis dalam menghadapi pesaing, yakni strategi SO,
strategi WO, strategi ST, dan strategi WT, seperti yang ditunjukkan pada
matriks berikut :

FAKTOR INTERNAL (IFAS)

Kekuatan (S)
Daftar
5-10 kekuatan internal  di sini

Kelemahan (W)
Daftar
5-10 kelemahan internal di sini

FAKTOR EKSTERNAL (EFAS)

 

 

Kesempatan (O)
Daftar
5-10 kesempatan eksternal di sini

Strategi SO
Menghasilkan
strategi yang menggunakan kekuatan untuk
mengambil keuntungan dari adanya kesempatan

Strategi WO
Menghasilkan
strategi yang mengambil keuntungan dari
kesempatan dengan cara mengatasi kelemahan

Ancaman (T)
Daftar
5-10 ancaman eksternal di sini

Strategi ST
Menghasilkan
strategi yang menggunakan kekuatan untuk
menghindari ancaman

Strategi WT
Menghasilkan
strategi yang meminimalisir kelemahan dan
menghindari ancaman

BAB III          
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1    Reseller

3.1.1  
Cara Menjadi Reseller

     Ada 2 cara menjadi seorang reseller, yaitu :

a.      
Pendaftaran reseller secara online

Memasukkan data diri dengan memberi
sejumlah uang untuk  membayar biaya pendaftaran
yang sudah ditetapkan oleh pemilik usaha atau
toko tersebut.

b.     
Pendaftaran reseller secara langsung

Reseller harus datang ke tempat usaha
atau distributor secara langsung dan membeli produk sesuai keinginan.

3.1.2       
Analisis SWOT

Analisis SWOT bermanfaat agar reseller bisa melihat atau menganalisis
produk kita yang terdapat macam dari Strengths menunjukkan kekuatan produk,
Weakness memperlihatkan kelemahan produk, Opportunity memperlihatkan  kesempatan produk, Threats menunjukkan adanya
ancaman.

1. Strengths

– Harga produk cukup terjangkau terutama untuk kalangan
pelajar, mahasiswa.

  – Menawarkan berbagai macam desain maupun pola, warna, dan
jenis pakaian sesuai dengan tren yang ada saat ini.

– Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk ini berkualitas baik yang
akan membuat pemakainya merasa nyaman.

2. Weaknesses

  –
Masih
kurang untuk mempromosikan produk tersebut.


Produk tersebut tidak memiliki strategi pemasaran.

3. Opportunities

– Banyak konsumen yang membutuhkan
pakaian.

– Harga untuk sebuah produk untuk
reseller cukup terjangkau sehingga jika ada kerugian tidak terlalu besar.
-Produk Cainabel cukup terkenal dikalangan anak muda.

4. Threats

– Terdapat pesaing yang sudah ada lebih
dulu.

– Harga pakaian produk yang sejenis cukup
terjangkau.

3.2         
 Produk

Produk yang akan dijual oleh reseller yaitu “Cainabel” yaitu produk pakaian
contohnya kaos dan jaket dengan desain yang menarik.

   Motif atau desain yang ditawarkan
cukup beragam seperti :

 

                       Gambar
1 Kaos 1

     

                      Gambar
2 Kaos 2

                  

                               Gambar
3 Kaos 3

     

                 

                                 Gambar
4 Kaos 4

                

                                   Gambar
5 Jaket

               

                                  Gambar
6 Kaos 5

               
         z

                     Gambar
7 Kaos 6

Bahan yang dipilih Cainabel untuk pembuatan pakaiannya :

a.        
Kaos menggunakan bahan cotton combed, sehingga nyaman dipakai, dan tidak
mudah luntur.

b.        
Jaket atau hoodie menggunakan bahan cotton fleece sehingga jika dipakai
saat berkeringat, bahan tersebut tidak menempel di kulit.

 

Selain
macam-macam
desain yang menarik serta beragam,
memiliki ukuran
 bervariasi seperti berikut :

–           
S

–           
M

–           
L

Jenis produk tersebut 3
jenis :

1.        
Kaos lengan pendek

2.        
Kaos lengan panjang

3.        
Jaket atau hoodie

 
   Harga pada produk tersebut
berkisar :

1.        
Kaos lengan pendek = Rp 90.000

2.        
Kaos lengan panjang = Rp 120.000

3.        
Jaket atau hoodie = Rp 175.000

 

 
     Untuk menjadi reseller pakaian
kita wajib tahu mengenai bahan, desain atau model yang disukai oleh konsumen. Selain
itu, kita juga harus pintar dalam memilih sasaran pasar untuk konsumen secara
tepat dimana pakaian yang akan kita jual. Sehingga akan banyak konsumen yang
membeli produk kita dan menjadi konsumen tetap.

3.3         
 Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh Cainabel adalah teknik observasi
partisipan karena ikut terlibat aktif dalam penjualan, ide, saran produk kepada
distributor (Cainabel).

3.4         
 Hasil
dari strategi

–         
Target pemasaran bertambah luas

–         
Pemasaran pada produk Cainabel
memberikan keuntungan untuk reseller.

3.5         
 Segmen pasar
yang digunakan

Dari beberapa segmen pasar yang ada,
segmen pasar yang akan digunakan oleh Cainabel :

a.    Pemasaran Serbasama

Reseller mengikuti keseluruhan pasar dalam
merancang produk dengan distribusi dan promosi massal untuk memperbanyak jumlah
pembeli.

Akan tetapi, segmen ini tidak tepat untuk reseller karena harus
memperhatikan konsumen mengenai produk yang ditawarkan apakah sesuai atau
tidak.

 

b.    Pemasaran Serbaaneka

Untuk setiap segmen pasar, reseller
harus menawarkan atau membuat strategi pemasaran pada setiap produk yang ada.

Akan tetapi, segmen ini tidak tepat dengan reseller karena reseller tidak
perlu merancang program sendiri.

 

c.     Pemasaran Terpusat

Reseller mencari peluang ketiga, yaitu
mencari pangsa pasar besar dalam satu atau beberapa subpasar.

Untuk segmen ini tidak tepat bagi reseller karena langsung mencari pangsa
besar dalam beberapa subpasar tersebut.

 

d.    Konsentrasi pada segmen tunggal

Segmen ini memberikan kesempatan pada
reseller untuk berkonsentrasi pada satu segmen saja, serta untuk reseller yang
memiliki dana yang jumlahnya terbatas.

Dalam seleksi segmen pasar yang paling
tepat digunakan oleh reseller adalah konsentrasi pada segmen tunggal, karena
segmen ini merupakan landasan untuk ekspansi ke segmen lain.

 

e.       Spesialisasi selektif

Reseller memilih beberapa segmen dimana
setiap segmen yang secara objektif menarik dan sesuai bagi tujuan reseller.

Segmen ini memiliki kelebihan dibanding segmen tunggal dalam penyebaran
risiko, namun reseller perlu berhati-hati dalam memilih segmen ini karena
reseller harus pandai dalam berbisnis.

 

f.       
Spesialisasi
produk

Pada segmen ini reseller membuat produk
tertentu yang akan dijual kepada berbagai macam kelompok pelanggan.

Segmen ini tidak digunakan karena reseller hanya sebagai penjual produk
bukan sebagai pembuat produk.

 

g.      Spesialisasi pasar

Reseller harus melayani berbagai
kebutuhan dari tiap kelompok pelanggan tertentu, sehingga reseller memiliki
reputasi kuat karena mengkhususkan dalam melayani produk kepada kelompok
pelanggan tertentu.

Segmen ini tidak tepat karena reseller
hanya menjual produk tertentu dan memasarkan kepada pelanggan tertentu.

 

h.      Peliputan pasar secara penuh

Pada segmen ini reseller melayani semua
kelompok pelanggan dengan produk yang ada yang dibutuhkan oleh kelompok
tersebut.

Akan tetapi, segmen ini kurang tepat
digunakan oleh reseller karena reseller tidak dapat memenuhi semua kebutuhan
produk yang diinginnya pada setiap kelompok pelanggan.

 

Dari pembahasan segmen pasar diatas,
segmen yang tepat digunakan oleh reseller adalah konsentrasi pada segmen
tunggal, dimana dengan modal yang terbatas reseller dapat menjual produk
Cainabel pada segmen tunggal, dan segmen ini akan menjadi acuan untuk ekspansi
ke segmen lain.

3.6         
 Sasaran
pasar

Pemasaran
produk Cainabel ini
ditargetkan untuk kalangan remaja atau muda-mudi terutama yang berada di gereja. Produk ini diproduksi sebanyak 100 buah kaos sekaligus,
sehingga reseller menargetkan akan laku dijual sebanyak 10 kaos. Jika harga
kaos sebesar Rp 90.000. Keuntungan yang akan didapat
reseller Rp 900.000.

Selain untuk kalangan muda-mudi,
reseller juga akan lebih giat mempromosikan Cainabel melalui media sosial serta
forum jual beli.

3.7    Target Sasaran Bisnis

c.   
Jangka pendek

Reseller akan mengenalkan produk kepada konsumen maupun pasar, serta berusaha
untuk mendapatkan pelanggan baru.

d.   
Jangka menengah

Reseller akan melakukan evaluasi atau perbaikan, dan peningkatan dalam
pelayanan kepada konsumen.

e.   
Jangka panjang

Reseller akan bekerjasama dengan Cainabel untuk memproduksi pakaian sesuai
dengan permintaan pasar.

 

BAB IV      
 KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Pada produk Cainabel, reseller dapat mengetahui mengenai kekuatan produk
pada desainnya yang menarik, kelemahannya yaitu kurangnya promosi produk,
peluang pada produk ini karena banyak konsumen yang membutuhkan pakaian, serta
ancaman yang dihadapi adalah pesaing yang sudah ada lebih dulu.

Dengan adanya strategi pemasaran yang tepat, reseller dapat meningkatkan
penjualan produk Cainabel sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan.
Selain itu, dapat membantu reseller untuk mempelajari produk Cainabel dan
menetapkan sasaran pasar lebih luas seperti melalui media sosial dan forum jual
beli. 

BAB V         
REFERENSI

Soegoto, S.A,
2014, Entrepreneurship
Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Jakarta : Elexmedia
Komputindo.

Irawan, Faried, Wijaya dan M.N. Sudjoni, 1998, Pemasaran
Prinsip dan Kasus, Edisi 2, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.

Usman, Husaini, 1996, Metodologi Peneliitan Sosial, Jakarta : Bumi Aksara.

Widi, R.K, 2010, Asas Metodologi
Penelitian, Jogjakarta : Graha Ilmu.

Diniaty, D., & Agusrinal, 2014,  “Perancangan Strategi Pemasaran pada Produk
Anyaman Pandan. Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri.

 

 

Go Top
x

Hi!
I'm Rita!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out