Abstract (TPT) yang mengalami peningkatan sebesar 5.94%Abstract (TPT) yang mengalami peningkatan sebesar 5.94%

Abstract

Be an entrepreneur at a young age
is not something that is not possible, by having the rationale and want to
learn gradually as employers, in the join sensitivity in looking at
opportunities and want to learn from success stories to the people that
has already started and feel success at a young
age. Renders the evidence when we follow
all the grooves ensure success will we get in the
future

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

.

 

1.     
PENDAHULUAN

Perkembangan
teknologi, informasi dan komunikasi memang memberikan dampak yang baik bagi
kita, karena apapun yang kita ingin menjadi lebih mudah dan cepat. Perkembangan
teknologi pun berdampak pada aspek yang lain salah satunya pendidikan.
Masyarakat beranggapan dengan memiliki pendidikan yang tinggi sudah menjamin
masa depan mereka di masa yang akan datang. Berdasarkan data yang yang dirilis
oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014 menyatakan jumlah pengangguran
yang berada di Indonesia pada bulan Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang dengan
tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami peningkatan sebesar 5.94%
pada bulan Agustus naik dari yang sebelumnya bulan Februari sebesar 5.70% (data
dari website bps.go.id). Angka pengangguran terdidik di Indonesia masih sangat
tinggi. Hal tersebut terlihat pada banyaknya lulusan Perguruan Tinggi ternama
masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang berorientasi sebagai pencari kerja
(job seeker) dibandingkan dengan
pencipta kerja (job creator).

Selain
itu Brownhilder (dalam Osakede dkk, 2017) menyatakan bahwa “Entrepreneurship has been identified as the
best solution to unemployment, underemployment and poverty among the youths,
especially in instances where educated individuals cannot find jobs”.
Maksudnya adalah kewirausahaan telah diidentifikasikan sebagai solusi terbaik
untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan diantara generasi muda, terutama
dalam kasus dimana orang yang berpendidikan tinggi tidak dapat menemukan
pekerjaan.

Oleh
sebab itu sebaiknya para generasi muda dapat melihat hal tersebut sebagai
peluang besar untuk dapat mengembangkan diri mereka menjadi seorang pengusaha.
Mengembangkan diri perlu dilakukan oleh para generasi muda Indonesia terutama
ketika mereka berada di lingkungan pendidikan. Menumbuhkan keinginan untuk
menjadi seorang pengusaha di dalam ruang lingkup dunia pendidikan, perguruan
tinggi menjanjikan sebuah harapan untuk terciptanya sumber manusia yang mandiri
dalam hal berpikir dan bertindak, mampu mengaplikasikan ilmu yang dipahaminya
untuk kesejahteraan diri dan lingkungan sekitar, meskipun itu semua tidak mudah
karena sebagian besar lulusan dari Perguruan tinggi masih takut dan kurang
berani untuk memulai suatu usaha.

Melihat
fenomena diatas seharusnya menjadi peringatan untuk kita semua, karena dengan
memiliki pendidikan yang tinggi dengan keterampilan yang baikpun masih belum
cukup untuk para pekerja di usia muda di zaman sekarang ini. Sehingga di
perlukan pemikiran yang out of the box, memiliki
imajinasi yang kuat dan di tuntut menjadi seorang yang kreatif karena dengan
begitu secara tidak langsung dapat menjadi manusia yang jeli melihat peluang
yang ada. Dengan demikian secara perlahan akan menumbuhkan jiwa pengusaha di
dalam diri. Meskipun hal tersebut memang bukan perkara mudah karena harus terus
dilatih secara perlahan dan terus menerus, akan tetapi bukan berarti tidak
mungkin, kita dapat belajar dan melihat kisah para pengusaha muda yang mampu
sukses dalam menjalankan bisnisnya di usia yang relatif muda dan memanfaatkan
kemajuan teknologi sebagai referensi atau rujukan untuk mengetahui keinginan
pasar yang ingin kita sasar.

Hal
tersebut masih berlaku, namun untuk saat ini tidak sepenuhnya benar apalagi
untuk yang akan bekerja ataupun yang sudah bekerja di usia muda, karena dengan
berkembangnya teknologi, informasi dan komunikasi menjadikan beberapa pekerjaan
sudah dapat dilakukan oleh tenaga lain (mesin) sehingga mengurangi pekerjaan
yang biasanya dikerjakan oleh manusia, belum lagi berkembangnya teknologi
berdampak dengan banyaknya pekerja asing yang bekerja di Indonesia hal tersebut
merupakan menjadi peringatan kepada kita semua khususnya para pekerja di usia
muda, apabila kita memiliki keterampilan yang biasa saja kemungkinan besar
secara perlahan akan tergeser oleh para pekerja asing. Maka dari itu,
diperlukan metode yang dapat menumbuhkan jiwa pembisnis di kalangan anak muda.
Metode yang dipilih adalah pengumpulan untuk menentukan ide usaha.

Ajzen
mengemukakan definisi intensi yaitu indikasi seberapa kuat keyakinan seseorang
akan mencoba suatu perilaku, dan seberapa besar usaha yang akan digunakan untuk
melakukan sebuah perilaku. Intensi memiliki korelasi yang tinggi dengan
perilaku, oleh karena itu dapat digunakan untuk meramalkan perilaku (Ajzen,
2005).  Lebih lanjut Krueger dan Carsrud,
menyatakan bahwa intensi telah terbukti menjadi prediktor yang terbaik bagi
perilaku kewirausahaan. Choo dan Wong, menyatakan bahwa intensi dapat dijadikan
sebagai pendekatan dasar yang masuk akal untuk memahami siapa-siapa yang akan
menjadi wirausaha. (Ajzen, 2005). 

Tujuan
dan Rencana

Dengan
memiliki jiwa bisnis, di harapkan mampu mengembangkan potensi di dalam diri
yang bertanggung jawab sehingga dapat mandiri secara ekonomi dan membuka
lapangan pekerjaan untuk orang lain sehingga dalam hal ini membantu pemerintah
mengurangi pengganguran. Rencana yang akan dilakukan dengan membuat usaha
secara sederhana terlebih dahulu dengan melakukan observasi terlebih dahulu
untuk mengetahui keinginan pasar supaya apa yang akan dikeluarkan sesuai dengan
kebutuhan pasar.

Tinjauan
Pustaka

Menurut
Druker (1956) yang mengatakan ability to
create the new different (kemampuan dalam manciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda) pengertian itu mengandung maksud bahwa seorang pengusaha di dalam
dirinya mengandung untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda
dengan yang sudah ada sebelumnya.

Menurut
Bygrave and Hofer, definisi proses kewirausahaan adalah “involving all the functions, activities, and actions associated with
perceiving of opportunities and creation of organizations to pursue them”,
maksudnya adalah proses yang melibatkan semua fungsi, kegiatan dan tindakan
yang terkait dengan memahami dan mengetahui peluang dan pembentukan organisasi
yang dapat membantu mereka untuk menemukan apa yang ingin mereka capai.
(Mallya, 2011)

Sedangkan
Zimmerer (2008), menyatakan bahwa seorang pengusaha harus memiliki rasa
tanggung jawab yang tinggi, memilih media dan resiko, percaya pada kemampuanya
untuk berhasil, memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan umpan balik
segera, memiliki energy yang tinggi, berorientasi pada masa depan, memiliki
kemampuan dalam keterampilan pengorganisasian, memiliki komitmen, toleransi,
fleksibilitas dan kegigihan yang tinggi.

Selain
itu seperti di dalam buku Syahrial Yusuf , 5 Strategi Ampuh Menjadi Pengusaha
Sukses, menyatakan bahwa : Untuk menjadi pengusaha muda yang sukses seseorang
harus memiliki modal dapat mengenal diri sendiri sebagai syarat utama untuk
bisa menggali dan mengembangkan potensi diri. Kita harus mengetahui terlebih
dahulu siapa jati diri kita atau eksistensi kita. Untuk menjadi pengusaha muda
yang sukses, kita harus memilih orang-orang berpengaruh yang memiliki
kepribadian sukses, yaitu orang-orang kita hargai dan hormati (Yusuf, 2011)

Dengan
demikian, dari beberapa definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jika
kita ingin menjadi seorang wirausahawan sukses harus berani untuk mengambil
keputusan dalam memulai berwirausaha dengan menggabungkan pikiran, hati dan
niat untuk mengkonversikannya dalam sebuah produksi atau penciptaan barang dan
jasa. Selain itu pula seorang pengusaha harus selalu sadar akan perkembangan
baru yang terjadi disekelilingnya dan harus selalu siap untuk beradaptasi
dengan perubahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ciri-ciri lainnya untuk
menjadi seorang pengusaha adalah memiliki tingkat percaya diri yang tinggi,
kreativitas, ketekunan, kepemimpinan, fleksibilitas, optimisme dan kesiapan
untuk mendapatkan tantangan yang datang secara berkesinambungan.

Analisis
Situasi

 

Dengan
melihat fenomena banyaknya pengganguran yang ada, yang di dalamya masih berusia
muda. Di harapkan memiliki alternatif 
lain salah satunya, belajar menumbuhkan jiwa bisnis di dalam dirinya
dengan mencoba melakukan usaha dari mulaiyang terkecil dahulu. Karena dengan
begitu diharapkan akan menumbuhkan jiwa bisnis di dalam diri mereka dengan
mengikuti pelatihan-pelatihan kewirausahaan yang di selanggarakan oleh
pemerintah atau lembaga, serta tak lupa untuk terus belajar dari para kisah
sukses para pengusaha muda.

 

 

 

2.     
METODE

Metode
yang merupakan langkah awal dari kegiatan yang akan kita lakukan sebagai
pengusaha muda untuk menemukan sebuah ide usaha agar terlaksananya bidang usaha
menurut Jeffry Timmons dalam buku Creative
Manager Entrepreneur terdapat langkah-langkah untuk menemukannya yakni:

Langkah Pertama adalah membuat daftar ide usaha.

Langkah Kedua adalah belajar dari pengalaman
kewirausahaan sukses sebagai bahan pertimbangan 
atau masukan untuk langkah-langkah kedepannya.

Langkah Ketiga adalah memilih tiga ide usaha. Untuk
memilih tiga ide usaha dari sekian banyak ide-ide usaha yang ada.

Langkah Keempat adalah konsultasi dengan
penasihat (counsellor) untuk meminta
saran dan masukan mengenai ketiga ide usaha yang telah dipilih.

Langkah kelima adalah memilih satu ide usaha.
Langkah ini dilakukan dengan menguji masing-masing ide usaha yang dikaitkan
dengan kriteria peluang pasar. (Musrofi, 2008).

 

Memilih Responden

Responden
dalam karya ilmiah ini adalah para lulusan perguruan tinggi yang berorientasi
sebagai job seeker yang belum
mendapatkan pekerjaan sebanyak 15 orang.

 

Alat atau bahan yang digunakan
dalam penulisan karya ilmiah ini yakni:

Internet searching
merupakan media yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai apa yang
akan dilaksanakan dan sebagai media untuk mengetahui keinginan pasar dalam
memulai usaha.

Observasi Non Partisipan

Merupakan
upaya yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan penelitian atau observasi
dengan turun langsung ke lapangan dengan cara mengamati secara langsung agar
mendapatkan informasi yang akurat sebelum memulai suatu usaha.

 

 

Teknik pengumpul data

Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis  di dalam sebuah tulisan yang dapat di
pertanggung jawabkan karena harus memiliki data yang valid, penulisan
menggunakan :

Studi Lapangan

Studi lapangan yaitu dengan
mengamati dan terjun langsung ke lapangan hal ini dilakukan dengan cara:

Wawancara
Mendalam

Dalam penelitian perlu adanya
data-data yang relevan untuk dijadikan sebagai pengunjung dalam penelitian yang
berlangsung, salah satunya adalah melalui wawancara. Dengan kita menanyakan
secara langsung apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen dengan
melakukan cara seperti ini di harpakan mampu menjawab keingin konsumen dan
tentu saja data yang di dapatkan lebih valid dan dapat di pertanggung jawabkan.

Dokumentasi

Memuat
data-data pada penelitian sebagai upaya untuk menafsirkan segala hal yang
ditemukan dilapangan, perlu adanya dokumentasi-dokumentasi dalam berbagai
versi. Studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar
maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai).

 

 

Teknik analisis data

 

Data
yang diperoleh dilapangan kemudian dilakukan analisis melalui tahapan-tahapan
tertentu. Setelah di perolehnya suatu data dilapangan yang kemudian data
tersebut dianalis agar terdapat pokok permasalan dan bagaimana kita
menyelesaikannya

Pengumpulan data

Data
yang sudah di peroleh selanjutnya akan disusun
dalam bentuk tulisan yang berisi serangkaian informasi sesuai dengan tema.setelah
data yang di inginkan dirasakan sudah cukup, kemudian data tersebut di susun
agar lebih mudah untuk menyajikannya

 

 

Reduksi data

Kategori
dan mereduksi data yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi penting yang
tarkait dengan tema, setelah mendapatkan tema yang dirasa cocok dalam
menjalankan suatu usaha , kemudian dipilih dan di seleksi untuk mendapatkan
informasi yang paling penting.

Penyajian data

Melakukan
intepretasi data yaitu melakukan penyajian data dari apa yang di sajikan
responden terhadap tema, meyajikan data yang telah di himpun selama proses
pengumpulan data mengenai usaha apa yang akan di laksanakan dan di sajikan
kepada responden atau khalayak umum.

 

Penarikan kesimpulan

Penarikan
kesimpuan berdasarakan sususan tulisan yang telah disusun, sehingga akan
menjabarkan hasil analis dari data yang telah di dapatkan.

 

3.     
HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Dengan
melakukan tahapan-tahapan yang sudah dijelaskan diatas mengenai dasar pemikiran
dan sikap yang harus dimiliki calon pengusaha muda agar menjadi pengusaha
sukses di masa yang akan datang. Seperti memiliki sifat berani bertanggung
jawab karena seorang pebisnis dituntut untuk berani mengambil resiko dan cepat
menentukan keputusan yang akan diambil secara matang dan memiliki sifat tidak
takut gagal. Selalu melakukan inovasi 
dengan berpikir secara kreatif guna menemukan ide atau gagasan baru
dalam menjalankan sebuah usaha. Jeli melihat pelung yang ada dengan menetukan
pasar dan melihat peluang yang mungkin akan berkembang. Memiliki target dan
konep yang jelas dalam melaksanakan bisnis akan diajalani. Cepat beradaptasi
dengan lingkungan, hal tersebut harus dimiliki oleh pengusaha muda karena di
dalam menjalankan bisnis akan menumkan permasalahan mulai dari yang terkecil
sampai yang terbesar sekalipun maka siapkan mental untuk hal-hal tersebut.
Tidak cepat merasa puas, seorang pengusaha muda di harapkan tidak cepat merasa
puas dengan apa yang telah di capai karena jika kita sudah merasa puas maka
bisnis tersebut tidak akan berkembang lagi untuk kedepannya, perbaikin apa yang
dirasa kurang dalam bisnis kita, perluas jaringan, dan memulai hal-hal baru.
Serta terus belajar kepada para pengusaha yang dapat sukses di usia muda
sebagai motivasi untuk kita dapat meraih kesuksean yang serupa.

Rasio
wirausaha muda di Indonesia masih sangat rendah, hal tersebut berdasarkan data
dari Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam pertemuan Gerakan
Kewirausahaan Nasional (GKN) yang diselenggarakan di Bogor pada 11 Maret 2017,
adalah sebagai berikut:

Dari data yang
tunjukan diatas mengenai rasion wirausaha muda. Indonesia terbilang cukup
memprihatinkan dengannya hanya memiliki 3% dari jumlah ratusan juta rakyat

Indonesia.
Indonesia pun terbilang masih kalah oleh Malaysia yang memiliki rasio diatas
5%. Walaupun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun tetapi angka tersebut
masih terbilang rendah untuk Negara yang sangat luas dan memiliki potensi alam
dan SDM yang melimpah.

 

Seharusnya
kejadian seperti ini menjadi perhatian untuk semua pihak. Masyarakat dalam hal
ini para pemuda yang di tuntut memiliki pemikiran yang kreatif agar terasah
jiwa pengusaha di dalam diri mereka, ditambah dengan bantuan yang dilakukan
oleh pemerintah itu sendiri dengan memberikan pelatihan, dasar kepemimpinan,
mempermudah izin apabila akan melakukan usaha dan juga di berikan pinjaman
modal untuk usaha kecil dan menengah. Apabila semua itu dapat berjalan secara
bersamaan di harpakan untuk kedepanya akan menciptkan para pengusaha muda baru
yang tangguh dan siap menghadapi  para
kompetitor dari berbagai belahan dunia.

Negara-negara
industri besar di Asia seperti: Japan, China, Korea, Taiwan, Thailand Singapura
dan Malaysia. Pertumbuhan ekonomi makro Negara tersebut di dukung oleh ekonimi
mikro yang di hasilkan oleh para pengusaha kecil dan menengah.

Industri-industri
tersebut di dukung oleh pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan dengan di kelola,
di berikan dorongan, tidal saja berupa modal usaha, tetapi yang terpenting
adalah dalam meningkatkan manajemen dalam meningkatkan sumber daya manusianya
berupas pengethauan pentingnya menjadi sebuah entrepreneur.

Menjadi
seorang pebisnis di usia muda merupakan pekerjaan yang sangat mulia, karena
seorang pebisnis tidak akan menjadi beban Negara akan tetapi cenderung membantu
Negara selain dalam meningkatkan pemasukan suatu Negara, seorang pengusaha pun
dapat membuka jalan untuk orang lain mencari kerja, hal tersebut tentu saja
mengurangi beban pengangguran. Menjadi seorang pengusaha tidak mengantungkan
nasibnya kepada suatu Negara, bahkan cenderung membantu suatu Negara. Karena di
Negara-negara maju yang berada di Eropa, masyarakatnya cenderung menjadi
pengusaha di bandingkan menjadi seorang karyawan. Hal tersebut menjadi bukti
mengapa Negara eropa memiliki kekuatan ekonomi yang kuat. Itu semua harus mulai
dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia agar tidak selalu mengandalkan
bantuan dari pemerintah serta jadikan para pengusaha yang sukses di usia muda
sebagai motivasi, berikut beberapa pengusaha yang telah sukses dalam menjalan
bisnisnya baik di Indonesia maupun mancanegara sebagai berikut :

1.      Reza
Nurhilman,
seorang pebisnis muda berusia 28 tahun ini berhasil meraih kesuksesannya lewat
produksi kripik singkong Maicih yang dia geluti mulai dari tahun 2010.
Mengawali bisnisnya tersebut Reza hanya menggunakan modal sebesar 15 juta
rupiah. Pemasaran yang Reza lakukan pada saat mengawali bisnisnya hanya melalui
platform media sosial, yaitu Twitter. 
Melalui twitter inilah Reza memberikan informasi lokasi penjualan
disetiap harinya. Selanjutnya Reza mulai menggunakan sistem keagenan atau
dengan sebutan Jenderal yang produknya dipasarkan dengan cara berkeliling atau
nomaden. Kunci sukses Reza dalam bisnisnya tersebut adalah terletak pada cara
berfikirnya yang harus “out of the box”
atau diluar pemikiran-pemikiran  pada
umumnya yang selalu harus membuka toko untuk menjual produknya. Dengan
pemikirannya tersebut Reza berhasil maraup omzet per bulannya mencapai Rp. 7
miliar rupiah.

2.      Nicholas
Kuriawan,
seorang pembisnis muda ini sudah mampu meraih kesuksesannya menjadi eksportir
ikan hias di usia yang relatif sangat muda yakni 20 tahun.  Namun, sebelum dia menjadi seorang pembisnis
termuda di Indonesia seperti sekarang, Nickholas mengalami masa-masa pahit
terlebih dulu dalam kehidupan ekonomi keluarganya yang terlilit hutang. Bahkan
sebelum menjadi seorang eksportir ikan hias, Nicholas mencoba berbagai macam
bisnis mulai dari asuransi, MLM, mainan dan makanan. Kehidupannya sempat jatuh
bangun bahkan dia sempat tidak naik kelas sewaktu SMA, hal itulah yang manjadi
batu loncatan bagi Nicholas untuk terus bangkit memperbaiki kehidupan ekonomi
keluarganya. Selanjutnya ia mencoba peruntungannya
di bisnis eksportir ikan hias yang dilakukan secara online melalui situs
Kaskus. Meskipun tetap tidak semulus yang dibayangkan karna maraknya penipuan
di dunia maya, Nicholas tidak patah semangat dalam menjalani bisnisnya
tersebut. Sehingga kini Nicholas sudah merambah pemasarannya smapai keluar
negeri dan mendapatkan omzet perbulannya mencapai Rp. 100 juta rupiah.

3.     
Hamzah Izzulhaq, pengusaha muda yang menjabat
sebagai direktur utama ini sudah sukses di umur yang ke 24 ini sejak kecil
sudah terlihat memiliki bakat menjadi seorang pembisnis. Hal tersebut terbukti
ketika umurnya masih terbilang sangat belia dia sudah mampu memenuhi kebutuhan
untuk jajannya sehari-hari dengan berjualan kelereng, Koran hingga petasan.
Bahkan dia juga sempat menjadi tukang parkir dan jasa ojeg payung. Bakat yang
dimilikinya sejak kecil itu semakin berkembang ketika Hamzah berada dibangku
SMA. Dia mengikuti seminar tentang bisnis seorang pelajar dan ditawari bisnis
waralaba bimbingan belajar  oleh seorang
pemuda juga namun sudah mencapai kesuksesannya dengan memiliki 44 cabang
bimbingan belajar. Dimulai dari saat itu lah Hamzah mencoba untuk memulai
bisnis barunya yaitu membeli satu cabang bimbingan belajar yang bermodalkan
uang miliknya Rp. 5 Juta rupiah dan pinjaman dari ayahnya sebesar Rp. 70 juta
rupiah.  Dengan bermodalkan Rp.75 juta
dan membayar sisanya dengan dicicil sebesar Rp.100 juta rupiah, Hamzah kini
telah memiliki 3 lisensi bimbingan belajar lainnya dengan jumlah siswanya
mencapai diatas 200 orang per semesternya. Bahkan kini bisnisnya itu telah
resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia.

4.     
Nadiem Makarim, adalah pendiri perusahaan gojek
yang lahir pada tanggal 4 Juli 1984. Nadiem mengawali bisnisnya ini karena
melihat permasalahan yang dimiliki tukang ojeg adalah ketidak produktifan para
tukang ojeg ketika menunggu penumpang. Para tukang ojeg ini harus menunggu
giliran untuk membawa penumpangnya ketempat tujuan, di sisi lain pun para
penumpang sudah malas untuk menuju pangkalan ojeg ketika akan bepergian.
Berdasarkan hal tersebut, Nadiem berusaha mencari solusinya dengan melakukan
inovasi terkait cara menghubungkan para tukang ojeg dengan calon penumpangnya
tanpa terbentur permasalahan yang telah terjadi selama adanya transportasi ojeg
ini. Akhirnya dia menemukan solusinya yaitu dengan menggunakan telpon selular.
Bisnisnya itu sekarang sudah dikenal banyak oleh kalangan. Awal mula bisnis ini
sangat sederhana, yaitu para calon penumpang menghubungi para tukang ojeg
dengan cara telepon atau kirim sms. Namun, dengan perkembangan jaman karena
adanya aplikasi android bisnis Nadiem ini semakin digemari oleh masyarakat. Hal
tersebut terbukti prestasi yang dia dapatkan yaitu setidaknya sudah ada lebih
dari 10 ribu supir ojeg yang tergabung dalam bisnisnya ini. Sehingga harapan
Nadiem kedepannya adalah perusahaan PT. GOJEK nya ini dapat membantu masyarakat
Indonesia dalam hal membantu aktifitas mereka sehari-hari

5.      Dan yang terakhir adalah Andrew Darwis, Andre adalah salah satu
pencipta sebuat website di Kaskus yaitu dengan format forum komunitas dalam
konten Forum Jual Beli (FJB) dan Lounge. Dengan terciptanya forum yang didirikan
oleh Andre ini, banyak kaskuser dari seluruh Indonesia diberikan kemudahan
dalam transaksi bisnis online. Dalam sehari saja websitenya ini diikuti oleh 80
ribu daftar barang yang akan di perjual belikan melalui FJB. Harapan Andre
selanjutnya adalah mengembangkan konten yang sudah ada agar fasilitas yang
dimilikinya ini akan semakin berkembang dan bahkan websitenya ini dapat dibeli
oleh pihak luar negeri.

 

 

4.     
KESIMPULAN  

 

Melihat
uraian kejadian yang telah di jelaskan diatas menjelaskan. Menjadi seorang
pengusaha dan menumbuhkan rasa ingin menjadi pengusaha di usia muda, memang
bukan perkara mudah dan membutuhkan proses yang tidak sederhana, dengan
menggabungkan pikiran, hati dan niat untuk dikonversikan kedalam sebuah
produksi atau penciptaan barang dan jasa. Seorang pengusaha juga harus memiliki
tingkat percaya diri yang tinggi, kreativitas, ketekunan, kepemimpinan,
fleksibilitas, optimisme dan kesiapan untuk mendapatkan tantangan yang datang
secara berkesinambungan, rasa ingin terus belajar serta, tahan banting dalam
menghadapi suatu masalah dan rasa sabar yang harus dimiliki. Tetapi jika
pemikiran dasar tersebut sudah kita miliki dan terus di latih, bukan perkara
mudah menghadapi semua tantang di dunia bisnis yang ada dan menjadi calon
pengusaha sukses di usia muda.

Memiliki
pemikiran yang kreatif agar terasah jiwa pengusaha di dalam diri mereka,
ditambah dengan bantuan yang dilakukan oleh pemerintah itu sendiri dengan
memberika  pelatihan, dasar kepemimpinan,
mempermudah izin apabila akan melakukan usaha dan juga di berikan pinjaman
modal untuk usaha kecil dan menengah. Apabila semua itu dapat berjalan secara
bersamaan harapan untuk kedepanya akan menciptkan para pengusaha muda baru yang
tangguh dan siap menghadapi  persaingan
dengan para kompetitor dari berbagai belahan dunia.

Dengan
terciptanya para pengusaha muda dalam era modern ini, di harapkan mampu
menciptakan lapangan pekerjaan dengan inovasi-inovasi yang dilakukan baik dalam
bidang produk maupun jasa.