I. Dan yang kedua yaitu dari penulisI. Dan yang kedua yaitu dari penulis

       I.           
Pengertian Sejarah

a)     
Kata Sejarah yang berasal dari kata Yunani yaitu historia yang memiliki
makna tentang suatu penyelidikan,hal pengetahuan yang di dapat dari penelitian
yang telah diteliti dan di analisis. Yang dapat di artikan sejarah adalah studi
tentang masa dahulu, khususnya berkaitan dengan manusia. Sedangkan dalam bahasa
Indonesia sejarah dapat kita artikan kejadian yang benar-benar nyata atau fakta
yang sudah terbukti adanya kejadian terjadi pada masa lampau atau pada masa
lalu yang telah di lewati.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

b)     
 Secara harafiah kata sejarah berasal
dari kata Arab yang memiliki arti atau makna tentang
sebuah pohon. Dalam bahasa Arab juga, sejarah bias disebut juga
dengan kata tarikh. Kata tarikh yang di artikan dalam
bahasa Indonesia yaitu adalah sebuah
waktu atau time atau penanggalan.
Dan dalam istilah bahasa di Eropa, asal-muasal istilah sejarah terdapat
beberapa variasi yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia yaitu dalam
bahasa Yunani historia, dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa
Prancis dikenal historie, bahasa Italia dikenal dengan storia, bahasa Jerman
dikenal dengan geschichte yang artinya yang terjadi, dan dalam bahasa Belanda
dikenal dengan gescheiedenis.

c)     
Pengertian sejarah menurut beberapa ahli
sejarah yang saya baca dari beberapa link internet :

Ø  Yang pertama yaitu
penulis sejarah yang bernamaH. Walsh, Menurut W.H. Walsh sejarah yaitu merupakan menitikberatkan pada
pencatatan yang sangat berarti penting bagi manusia. Catatan itu bias meliputi
suatu tindakan yang di lakuakan oleh manusia dan pengalaman yang di lakuan oleh
manusia pada masa lalu.

Ø  Dan yang kedua
yaitu dari penulis sejarah Patrick Gardiner dan menurut Patrick sejarah merupakan ilmu yang
mempelajari apa yang telah diperbuat,dilakukan oleh manusia pada kejadian masa
lalu atau dimasa lampau.

Ø  Yang ketiga yaitu dari penulis sejarah J.V. Bryce. Menurut seorang ahli
sejarah J.V. Bryce sejarah yaitu adalah sebuah catatan atau cerita yang berasal
dari apa yang telah dipikirkan manusia, dan dikatakan oleh mausia, dan
diperbuat oleh manusia di masa lampau atau pada masa lalu yang telah terjadi.

Ø  Yang ke empat datang dari ilmuan sejarah yang
bernama Roeslan Abdulgani. Menurut
Roeslan Abdulgani ilmu sejarah adalah yaitu salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang meneliti,menyelidiki dan menganalisis secara systematis perkembangan
masyarakat yang bertujuan untuk kemudian dinilai secara kritis, selanjutnya
akan dijadikan perbendaharaan pedoman atau petunjuk bagi penilaian dan
penentuan keadaan yang sekarang serta arah atau tujuan proses pada masa yang
akan datang.

Ø  Yang ke lima yaitu
seorang ahli sejarah yang bernama Ibnu Khaldun,Menurut ilmuan sejarah Ibnu Khaldun (
1332-1406 ) Sejarah didefinisikan sebagai suatu catatan tentang bagaimana peradaban
manusia yang terjadi pada masa lalu melalui sifat masyarakat itu sendiri.

Ø 
Yang ke enam yaitu seorang ahli sejarah yang
bernama Moh. Yamin Menurut
Moh. Yamin sejarah adalah merupakan suatu ilmu tentang pengetahuan yang disusun
atau di tata atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan
kebenarannya, peristiwa nyata pada masa lampau.

Ø 
Dan yang terakhir yang ke tujuh seorang ilmuan
sejaah yang berasal dari Indonesia yaitu R. Moh. Ali. Menuruh ilmuan sejarah Moh. Ali yang berasal
dari Indonesia ini dalam bukunya Pengantar
Ilmu Sejarah Indonesia, sejarah diartikan sebagai berikut:

Sejrah merupakan jumlah perubahan-perubahan yang terjadi
pada, kejadian atau peristiwa kenyataan atau yang benar-benar terjadi di
sekitar kita.

 

Tentunya
dalam suatu yang kita lakukan banyak pro dan kontra, dan dalam mengartikan atau
mendefinisikan sejarah ada banyak orang mengkritik tentang ilmu sejarah. Para
pengkritik tersebut menilai atau melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak
ilmiah karena sejarah tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor dapat
dilihat atau dicoba kembali, yang artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu
pengetahuan.
Sebenarnya, pendapat ini kurang bisa diterima akal sehat karena sejarah sangat
tidak mungkin atau tidak dapat untuk dapat diulang walau bagaimanapun caranya
karena sejarah haya akan terjadi sekali untuk selamanya. Walau para ilmuan
sejarah mendapat banyak tantangan sedemikian rupa tetapi semangat mereka tidak
pernah pudar untuk menunjukan kepada para pengkeritik bahwan ilmu sejarah terus
berkembang dan menunjukkan keeksisannya dalam tataran ilmu tentang sejarah.

 

   
II.           
Pengertian System

a)     
 System

Kata system berasal dari bahasa Latin dan Yunani yang artinya adalah satu kesatuan yang terdiri
dari komponen atau elemen yang saling
berhubung antar satu dengan yang lainnya untuk memudahkan arus  informasi dan materi atau energi dalam
menetapkan dan mencapai
suatu tujuan yang di inginkan.  Saya
akan memberikan contoh umum
dari system misalnya
seperti negara Indonesia. Negara Indonesia merupakan kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat dan masih banyak
lagi Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara
di mana negara berperan sangat penting sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara Indonesia
tersebut.

b)     
Pada
prinsipnya, system selalu terdiri atas empat elemen antaralain:

1.      Objek,

2.      Atribut,

3.      Hubungan
internal,

4.      Lingkungan.

c)      Elemen system

System terdiri
dari tujuh elemem-elemen yang terbentuk antaralain:

1.     
Tujuan

Setiap menentukan system pasti kita
memeiliki arah
atau tujuan yang
ingin kita capai atau goal
yang kita inginkan.
Tujuan ini dapat meotivasi kita dan yang mengarahkan system
yang telah kita tentukan.
Tanpa adanya tujuan dalam sebuah system maka system tersebut menjadi tak terarah dan tak
terkendali.

2.     
Masukan

Masukan atau kata lain
input system yaitu
adalah segala sesuatu
yang masuk ke dalam dan menjadi elemen system dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses.
Masukan atau input dapat berupa hal-hal yang berwujud atau tampak secara fisik ataupun yang tidak tampak. Misalkan masukan yang berwujud
itu adalah bahan jadi, sedangkan yang tidak berwujud
itu adalah
suatu data
atau suatu informasi.

3.      Proses

Proses yang melakukan perubahan atau
bisa di sebut juga
transformasi dari masukan atau input menjadi keluaran atau output yang fungsinya berguna dan dapat lebih bernilai sehingga
dapat dipakai atau gunakan,
Contohnya saja yaitu berupa informasi dan produk.

4.      Keluaran

Keluaran atau yang
sering disebut output yaitu merupakan hasil dari pemrosesan seperti yang dijelasakan
di atas dan pada system
informasi, keluaran atau ouput bisa berupa suatu saran, informasi, cetakan laporan, dan lain
sebagainya
yang dapat menghasilkan system informasi.

5.      Batas

Yang disebut batas atau
yang di kenal juga boundary
system yaitu adalah pemisah antara system yang satu dengan daerah di luar system atau
system lingkungan. Batas system
ini juga menentukan
konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan system. Misalkan ambil
contoh, permainan bola volly
terdiri dalam 2 team dan dalam permainan tersebut memiliki 
aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain
itu di sebut batas system.

6.      Mekanisme
Pengendalian dan Umpan Balik

Mekanisme pengendalian
atau sering di sebut dengan
control mechanism yaitu diwujudkan dengan menggunakan suatu umpan balik atau yang
lebih dukenal feedback,
yang mencuplik keluaran. Umpan balikatau feedback digunakan untuk mengendalikan suatu masukan maupun proses
dalam system tersebut dan tujuannya
dari mekanisme pengendalian dan umpan balik adalah untuk mengatur agar system berjalan sesuai dengan
arah dan  tujuan yang telah
ditetapkan bersama.

7.      Lingkungan

Lingkungan adalah
merupakan segala sesuatu
yang berada di luar dari system. Lingkungan dapat merugikan dan mengunungkan
dalam suatu operasi system . Lingkungan yang merugikan kita harus mengatasinya agar mengurangi
resiko kerugian, dan
lingkungan yang menguntungkan
tetap harus terus dijaga dan harus di kembangkan lagi, karena akan memacu terhadap
kelangsungan hidup system tersebut.

8.     
Jenis
system  

Ada terbagi menjadi dua jenis system
yaitu antara lain :

1)      Atas dasar keterbukaan

2)      Atas dasar komponen:

 

 III.           
Thinking
atau Pemikiran

a.      
Pengertian Thinking atau Pemikiran

Kata
Thinking atau sering disebut dengan pemikiran memang adalah bukan hal yang
asing didengar telinga kita, namun apakah kita tau arti dari thinking atau
pemikiran tersebut? Saya akan menjelaskan sedikit tentang arti pemikiran.

Pemikiran
dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan istilah Inference, yaitu yang berarti
mengeluarkan atau mengatakan suatu keputusan yaitu mengeluarkan suatu hasil
berupa kesimpulan. Kita juga bias meninjau dari segi terminolognya pemikiran
merupakan suatu kegiatan manusia yang mencermati atau meanalisis suatu
pengetahuan yang telah ada sebelumnya dengan menggunakan akalnya untuk
mendapatkan atau mengeluarkan pengetahuan yang baru atau yang lain atau yang
bias kita sebut dengan inovasi, dan damam pemikiran ini terbagi menjadi 2
bentuk yaitu antar lain :

1)     
Pemikiran Langsung.

 Bentuk pemikiran ini yaitu pada ilmu logika.

2)     
Pemikiran Tidak Langsung.

Mereka yang mengambil keputusan ini
biasanya berpikir panjang atau berpikir matang-matang dalam mengambil keputusan
tersebut.

 

 
IV.           
Systems Thinking

a.      
Systems Thinking

System thinking atau yang di kenal dalam bahasa Indonesia yang sering
disebut dengan pemikiran system yaitu merupakan suatu pendekatanatau metode
untuk dapat kita memahami atau menerti dengam berbagai macam system yang ada
dengan menekankan pada hubungan antar elemen-elemen yang dalam suatu system
tersebut. Ada beberapa orang mengatakan analisis tradisonal sama dengan system
thinking tetap sebentarnya sangangat jauh berbeda, analisis tradisional sendiri
merupakan suatu pendekatan yang mempelajari suatu system dengan memisahkan
elemen-elemen yang ada di dalamnya tersebut, systems thinking ittu sendiri melihat
system melalui perspektif secara lebih luas lagi. Oleh karena perspektif yang
luas itu menyebabkan output yang dihasilkan oleh systems thinking akan lebih
akurat dan realistis. Contoh objek dari systems thinking adalah ekosystem
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman  dimana terdapat berbagai susunan jabatan
seperti Dekan, Wakil Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Prody, Wakil Prody dan Staf
yang bekerja di dalamnya.

 

 

 

 

 

 

    
V.           
Sejarah Systems
Thinking

Dari yang saya baca system
thinking memiliki dasar dari berbagai sumber seperti konsep yang dikemukakan Hollis
milik Jan Smuts pada tahun 1920-an, dan teori system thinking yang dikemukakan
oleh Ludwig von Bertalanffy pada tahun 1940-an, serta cybernetics yang
dikemukakan oleh seorang yang bernama Ross Ashby tahun 1950-an. Kemudian bidang
tersebut dikembangkan lagi oleh Prof. Jay Forrester pada tahun 1956. Dalam buku
The Fifth Discipline ciptaan atau karya Peter Senge, menjelaskan bahwa systems
thinking adalah merupakan pilar atau konsep dasar dari learning organization
tersebut.

Menurut Dana Meadow (1991) yang mengemukakan pendapatnya bahwa system
thinking adalah “… if we want to bring about the thoroughgoing restructuring
of systems that is necessary to solve the world’s gravest problems … the
first step is thinking differently. Everybody thinking differently. The whole
society thinking differently.” Apa yang dijelaskan oleh Meadow merupakan metode
atau cara yang berpikir secara systematik dan dinamis. Namun pakar system
dinamis menggunakan istilah systems thinking pada situasi yang berbeda- beda.

Pada tahun 1994 George Richardson dalam Systems Thinkers, Systems Thinking
mengemukakan pendapat bahwa ide dari berpikir secara systematik pada suatu
masalah akan memiliki suatu sejarah yang begitu panjang di berbagai bidang yang
di dalamnya.  Menurut Richardson mengatakan
istilah systems thinking hanya mulai digunakan pada akhir tahun 1980-an. Yang
dalam special issues dari Systems Dinamic Review selama satu dekade belum ada
yang menjelaskan mengenai definisi dari systems thinking yang diterima oleh
semua komunitas system dinamis, karena itu Richardson mengembangkan sebuah
proyek untuk menguji seluruh atribut dari pemikir system tersebut, sehingga
akhirnya system thinking mulai diimplementasikan atau di terapkan di semua
sekolah dan universitas selama 20 tahun terakhir .