Kesimpulan lah ketika syariat islam mewajibkan sesorang

Kesimpulan dan Sar

 

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Rasullah Saw
pernah memberikan dua irham kepada seseorang, kemudia beliau bersabda” makanlah
dengan satu dirham, sisanya belikan kapak lalu gunakan untuk bekerja” demikian
lah ketika syariat islam mewajibkan sesorang untuk memberikan nafkah kepada
diri dan keluarganya, maka syariat islam pun mewajibkan negara untunk
menyediakan lapangan kerja dengan cara ini kemiskinan bisa teratasi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

5.      Penyediaan
lapangan kerja

Rasullah Saw bersabda”siapa saja yg
menjadi penduduk suatu daerah, dimana diantara mereka terdapat seseorang yang
kelaparan, maka perlindungan Allah Tabaraka Wata’ala terlepas dari mereka” HR.
Imam Ahmad.

4.      Mewajibkan
kaum muslim untuk membantu rakyat miskin.

3.      Mewajibkan
negara untuk membantu rakyat miskin.Anggaran yang digunakan negara membantu
untuk individu yang tidak mampu, pertama-tama ambilkan dari kas zakat (QS.
At-taubah 9:60)

Islam mewajibkan kepada kerabat dekat yang
memiliki hubungan darah untuk membantu mereka (QS. Al Baqarah 2:233).

2.      Mewajibkan
kerabat dekat untuk membantu saudaranya.

Islam mewajibkan laki-laki yag mampu dan
membutuhkan nafkah untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhannya (QS. Al-Mulk67:15).

1.      Mewajibkan
laki-laki memberi nafkah kepada diri dan keluarganya.

Cara pengentasan kemiskinan dan kelaparan:

Solusi pengentasan
kemiskinan dan kelaparan dari sudut pandang Islam. Untuk mengurangi dan menurunkan angka kemiskinan serta
kelaparan dalam sudut pandang Islam ada berberapa cara.

5.     
QS. Quraisy 116:
4
“Yang telah memberi makanan kepada mereka
untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”

4.     
QS. Al-Balad 90:
14
“Atau memberi makan pada hari kelaparan.”

3.     
QS. Al-Ghaasiyiah
88: 7
“Yang tidak menggemukkan dan tidak pula
menghilangkan lapar.”

2.     
QS. Thaha 20:
118
“Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan
di dalamnya dan tidak akan telanjang.”

1.     
QS. Al-Baqarah
2: 155
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat-ayat dalam Al-Qur’an tentang kelaparan:

Kelaparan dari
sudut pandang Islam. Dalam Al-Qur’an
terdapat beberapa ayat yang berisikan tentang kelaparan. Kelaparan dalam Islam
termasuk ujian agar hambanya selalu bersabar dalam menjalani segala ujian
tersebut.

7)      Fakir yang berhak memperoleh pembelaan yang adil
ketika ia melakukan pelanggaran yang tidak sengaja (QS.4:135).

6)      Fakir yang berhak mendapat bagian dari harta rampasan
perang atau ganimah (QS.59:6)

5)      Fakir yang termasuk salah seorang yang berhak menerima
zakat (QS.9:60)

4)      Fakir yang tergolong sebagai orang yang berhak
memperoleh santunan atau bantuan (QS.2:273)

3)      Fakir yang termasuk orang yang boleh menerima sedekah
secara terang terangan agar menjadi contoh bagi yang lain (QS. 2:271)

2)      Fakir yang tergolong sebagai orang yang boleh memakan
harta anak yatim yang diurusnya, dengan cara yang baik dan melampaui batas (QS.
4:6)

1)      Fakir yang tergolong sebagai orang yang berhak
memperoleh bagian dari daging kurban yang dilakukan oleh orang yang mengerjakan
beribadah haji (QS. 22:28)

Dari kata ”fakir” yang terdapat dalam al-Qur’an
terdapat 7 kategori yang terkait dengan hukum.

Kemiskinan dari
sudut pandang Islam. Menurut Imam Malik
mengatakan bahwa orang miskin adalah orang yang memiliki harta setengah dari
kebutuhan hidupnya atau lebih tetapi tidak mencukupi. Adapun Imam Malik mengatakan
bahwa fakir adalah orang yang mempunyai harta yang jumlahnya tidak mencukupi
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masa satu tahun.

Kelaparan di
Indonesia. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, kelaparan adalah menderita lapar, kekurangan makan, sakit
bengkak karena kurang makan. Berdasarkan hasil
penelitian terakhir dari Organisasi Pangan Dunia (FAO), diperkirakan sebanyak
19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan. Penyebab utamanya
adalah kemiskinan. Meskipun demikian angka
kelaparan di Indonesia mengalami penurunan hingga 50% prosentase penduduk Indonesia yang
kelaparan, turun dari 19,7 persen di tahun 1990-1992, menjadi hanya 7,9 persen
di tahun 2014-2016. Pertumbuhan ekonomi yang pesat membantu Indonesia
menurunkan angka kelaparan. Selain faktor
kemiskinan, faktor kurangnya pendidikan dan lapangan pekerjaan juga menjadi
masalah yang melatarbelakangi kelaparan.

Banyak penduduk miskin secara ekonomi tidak berdaya
karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau
tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan
yang dinikmati masyarakat lainnya.

4.  Kondisi Keterisolasian

Selain kondisi kemiskinan dan kesehatan yang rendah,
kemiskinan juga diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada
lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk
memutuskan lingkaran kemiskinan.

3. Terbatasnya Lapangan Kerja

Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan
rendahnya daya tahan fisik, daya pikir dan prakarsa.

2.  Rendahnya Derajat Kesehatan

Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan
pengembangan diri terbatas dan meyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat
dimasuki. Taraf pendidikan yang rendah juga membatasi kemampuan seseorang untuk
mencari dan memanfaatkan peluang.

1.  Rendahnya Taraf Pendidikan

Kemiskinan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
faktor manusia dan faktor non manusia. Menurut Kartasasmita dalam Rahmawati
(2006:4) mengemukakan bahwa, kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh
sekurang-kurangnya empat penyebab, diantaranya yaitu :

Kemiskinan di
Indonesia. Kemiskinan di Indonesia
menjadi salah satu masalah yang besar bagi pemerintah. Pada tahun 2016 angka
kemiskinan mengalami kenaikan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, indeks kedalaman
kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan Indonesia pada periode September
2016 hingga Maret 2017 mengalami kenaikan. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, indeks kedalaman
kemiskinan pada September 2016 adalah 1,74 dan pada Maret 2017 mengalami
kenaikan menjadi 1,83. Demikian juga indeks keparahan kemiskinan yang mengalami
kenaikan dari 0,44 menjadi 0,48 pada periode sama.

Kemiskinan
absolut.
Seseorang dapat dikatakan miskin jika tidak mampu memenuhi kebutuhan
minimum hidupnya untuk memelihara fisiknya agar dapat bekerja penuh dan
efisien, 
Kemiskinan
relatif .
Kemiskinan relatif muncul jika kondisi seseorang atau sekelompok orang
dibandingkan dengan kondisi orang lain dalam suatu daerah,  
Kemiskinan
Struktural.  
Kemiskinan struktural lebih menuju kepada orang atau sekelompok orang yang
tetap miskin atau menjadi miskin karena struktur masyarakatnya yang
timpang, yang tidak menguntungkan bagi golongan yang lemah, 
Kemiskinan
Situsional atau kemiskinan natural.
Kemiskinan situsional terjadi di daerah-daerah yang kurang menguntungkan
dan oleh karenanya menjadi miskin.
Kemiskinan
kultural.
Kemiskinan penduduk terjadi karena kultur atau budaya masyarakatnya yang
sudah turun temurun yang membuat mereka menjadi miskin  (Mardimin,
1996:24).

Kemiskinan terbagi menjadi beberapa jenis antara lain:

Kemiskinan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012:581),
miskin artinya adalah tidak berharta benda, serba kekurangan, papa, sangat
melarat. Menurut Mubyarto (1998) kemiskinan adalah suatu situasi serba kekurangan dari
penduduk yang terwujud dalam bentuk rendahnya pendapatan dan disebabkan oleh
rendahnya ketrampilan, produktivitas, pendapatan, lemahnya nilai tukar produksi
dan terbatasnya kesempatan berperan serta dalam pembangunan. Sedangkan menurut
Sajogyo dalam Hadi Prayitno & Lincolin Arsyad (1986:7), menyatakan bahwa
kemiskinan adalah suatu tingkat kehidupan yang berada di bawah standar
kebutuhan hidup minimum yang ditetapkan berdasarkan atas kebutuhan pokok pangan
yang membuat orang cukup bekerja dan hidup sehat, berdasar atas kebutuhan beras
dan kebutuhan gizi. Adapun Gonner (2007), memberikan definisi bahwa kemiskinan
dimaknai sebagai ” kurangnya kesejahteraan” dan ” kesejahteraan sebagai
kurangnya kemiskinan”.

Di era sekarang kemiskinan masih terjadi dan sejalan
dengan keberlangsungan kelaparan. Di era globalisasi ini kebutuhan hidup dalam
sisi ekonomi dan social semakin meningkat dengan seiring meningkatnya pula
harga. Dengan demikian semua kebutuhan tersebut harus terpenuhi bagaimanapun
caranya untuk tetap bertahan hidup. Dalam hal pangan juga menjadi masalah
dengan harga bahan pokok yang terus meningkat akan membuat kelaparan semakin
meningkat karena kemiskinan atau tidak mampu untuk membeli makanan. Dalam agama
islam, kemiskinan merupakan salah satu hal yang harus dibenahi, lalu bagaimana
pandangan agama islam tentang kemiskinan, kelaparan dan solusinya?.

Pengaruh Kemiskinan terhadap Kelaparan di Indonesia

 

Di
dunia ini, kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan di beberapa negara.
Negara-negara yang banyak mengalami kemiskinan terdapat di Benua Afrika dan
Benua Asia termasuk di dalamnya negara kita, Indonesia. Angka kemiskinan di
Indonesia masih cukup tinggi, untuk menjalani kehidupan banyak kebutuhan yang
harus dipenuhi demi keberlangsungan hidup dan kemiskinan menjadi hambatan dalam
memenuhi kebutuhan tersebut. Kemiskinan terjadi diakibatkan banyak faktor dan
juga kemiskinan mengakibatkan banyak faktor lainnya, antara lain yaitu
kesulitan untuk mendapat pendidikan yang layak, kesulitan untuk mendapat tempat
hidup yang layak, kesulitan untuk mendapat sanitasi air yang bersih, terjadinya
kelaparan dan masih banyak lagi yang lain. Kelaparan menjadi salah satu akibat
adanya kemiskinan. Di Indonesia kelaparan banyak ditemui karena masyarakat
tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan. Maka dari itu kemiskinan
dan kelaparan merupakan hal yang berhubungan dan saling terkait satu sama lain
dan pastinya tidak dapat dipisahkan.

Abstrak

Go Top
x

Hi!
I'm Rita!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out