Novel ia bisa mempunya bau badan sepertiNovel ia bisa mempunya bau badan seperti

            Novel Perfume
yang ditulis oleh Patrick Suskind, berkisah tentang Jean-Baptiste Grenouille yang
memiliki kemampuan untuk mencium segala aroma disekelilingnya dan juga dalam
jarak jauh. Ia dapat menyimpan memori di otaknya tentang segala aroma yang
pernah ia cium dengan spesifik. Walaupun ia memiliki indra penyiuman yang
sangat tajam, dengan ironisnya, ia sendiri tidak memiliki bau badan dari lahir.
Hal inilah yang membuatnya tidak diketahui oleh orang-orang ketika ia melakukan
rencananya untuk membunuh 25 orang gadis dengan rapih untuk disimpan aroma
tubuh para gadis-gadis itu untuk membuat parfum yang sempurna. Ia juga membantu
Baldini, seorang ahli parfum untuk mengangkat kembali usahanya yang sudah mau
bangkrut karena kalah saing dengan ahli parfum lainnya. Grenouille juga belajar
membuat parfum selagi ia bekerja dengan Baldini. Kemampuannya ini yang membuat
novel ini sangat unik dan menarik untuk dibaca.

Setelah Grenouille mengetahui dan mempelajari
cara-cara membuat parfum, ia menjadi terobsesi dengan mencoba-coba membuat
parfum untuk dirinya sendiri agar ia bisa mempunya bau badan seperti manusia
pada umumnya. “Pertama-tama ia membuat
aroma yang mampu membuatnya jadi tidak mencolok – aroma sehari-hari yang
biasa-biasa saja, lengkap dengan aroma asam keju khas manusia.” (Perfume, 313).
Ia juga mencoba membuat parfum dari benda mati. Ia pun rela membunuh
gadis-gadis perawan hanya demi dirinya mempunyai bau dan mendapatkan perhatian
dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Bakat unik dan keahliannya membuat
parfum juga telah mengangkat derajatnya dari hanya seorang budak yang selalu
disuruh-suruh untuk kerja keras melakukan ini itu hingga ia dapat diangkat
menjadi anak seorang bangsawan bernama Richis.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Pembahasan

Jean-Baptiste Grenouille adalah tokoh utama
dalam novel Pefume yang ditulis oleh Patrick Suskind. Tokoh Grenouille adalah
tokoh dinamis karena seiring cerita berjalan, tokoh Grenouille yang dulu hanya
seorang budak yang disuruh-suruh kini menjadi seorang pembunuh atau bisa juga
disebut sebagai psikopat. Ia tidak mempunyai bau badan sejak ia lahir dan
karena itu kemanapun ia pergi, ia tidak diketahui oleh orang-orang. Walaupun
tidak mempunyai bau badan, ia mempunyai indra penciuman yang sangat tajam.
Sejak lahir, ia menjalani hidup di jalur dendam dan kebencian. Ia pun dibenci
oleh semua anak-anak di panti asuhan Madam Gaillard karena ia dianggap aneh dan
tidak mempunyai bau badan. “Perasaan
terganggu dan tak nyaman berada dekat Grenouille semata-mata hadir karena tak
bisa mencium bau badannya. Untuk itu mereka takut dan jeri.” (Perfume, 47).
Semua orang mengabaikan keberadaannya. Keahliannya membuat parfum membuat ia
menjadi terobsesi hingga ia merencanakan pembunuhan 25 orang gadis perawan
untuk di ambil aroma tubuhnya untuk dijadikan parfum yang sempurna untuk
dirinya sendiri agar ia bisa disukai dan dianggap dengan manusia-manusia di
sekitarnya kemana pun ia pergi. Keanehannya tidak mempunyai bau badan juga
telah membantunya melakukan rencananya dengan rapih dan tanpa diketahui oleh
siapapun.

Tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam novel
adalah pendeta, Madam Gaillard, Grimal, Baldini, Marquis de la Taillade, Madam
Arnulfi dan Richis. Mereka adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan
Grenouille. Ketika Grenouille lahir, ibunya mencoba membunuhnya tetapi gagal
dan petugas polisi memutuskan untuk menyerahkan Grenouille kepada seorang
pendeta dan selanjutnya ia dititipkan kepada ibu susu. “Dan karena suasana hati pada hari sebelumnya sedang baik dan kotak
amal gereja belum kering, mereka tidak mengirim si bayi ke Rouen dan malah
memanjakannya atas tanggungan biara. Pada titik ini ia diserahkan ke seorang
ibu susu.” (Perfume, 19). Setelah itu, ia dititipkan di panti asuhan Madam
Gaillard karena tidak ada ibu susu yang ingin mengurusnya. Ketika Grenouille
sudah beranjak depan tahun, ia dijual oleh Madam Gaillard kepada Grimal,
seorang penyamak kulit untuk dijadikan budak.